Mengapa Para Pria Mempunyai Perut Buncit “Beer Belly”

Orang Amerika sangat mencintai bir. Rata-rata, 42% dari orang Amerika  lebih memilih  bir daripada alkohol lain, jadi kamu mungkin tidak akan kaget mendengar bahwa menurut beberapa penelitian, lebih dari setengah orang dewasa Amerika memiliki perut bir atau yang biasa kita sebut perut buncit.

Tapi jangan dulu bersumpah serapah pada hari jumat malam yang dingin karena  bukan bir yang harus kita salahkan.

Berbentuk apel atau jam pasir,  oval atau segitiga terbalik, setiap orang memiliki bentuk tubuh mereka masing masing, dan itu sebagian karena orang menyimpan lemak di tempat yang berbeda tergantung pada genetika dan hormon mereka.

Untuk wanita, tempat-tempat populer termasuk paha, lengan, dan bagian belakang, sementara pria cenderung menyimpan lemak di perut mereka.

Sebagian besar adalah jenis lemak yang disebut lemak visceral, yang bersembunyi jauh di dalam perut.

Pada pria, lemak visceral cenderung menumpuk di balik dinding perut mengakbitkan perut terdorong keluar, menciptakan perut bir yang menonjol.

Meskipun nama itu, “perut bir,” agak keliru karena perut bir tidak hanya eksklusif untuk peminum bir.

Karena masalah sebenarnya bukan bir itu sendiri tetapi kalori yang ada didalamnya.

Rata-rata, bir favorit yang kita minum mengandung sekitar 150 kalori per kaleng. Itu 30 hingga 50 kalori lebih banyak daripada segelas wine ukuran  5-ounce dan 45 kalori  lebih dari satu gelas “one shot” wiski.

Dan jika kamu tidak membakar mereka, kalori ekstra itu bisa langsung menuju perutmu .Tapi tidak hanya jumlah kalori yang berperan penting, tetapi juga jenis kalori.

Bir mengandung karbohidrat olahan tingkat tinggi, yang menurut penelitian dapat mengganggu kadar insulin dan meningkatkan penyimpanan lemak di sekitar organ kita.

Dan sementara satu porsi wine, misalnya, hanya mengandung 1 atau 2 gram karbohidrat, satu porsi bir mengandung 10 hingga 20. Tidak masalah apakah kalori dan karbohidrat ini berasal dari bir secara khusus atau dari jenis  lainnya, makanan cepat saji.

Jadi kabar baiknya adalah bir dalam jumlah sedang seharusnya tidak membuat kamu mempunyai perut bir. Meski begitu, dari mana pun asalnya, perut bir adalah berita buruk.

Itu karena lemak visceral membungkus ginjal, hati, dan ususmu serta melepaskan hormon yang dapat mengganggu fungsi normal mereka, dan itu dapat menyebabkan masalah seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan bahkan kanker.

Jika itu belum tedengar cukup buruk, begitu perutmu kehabisan ruang untuk menyimpan lemak visceral itu, tubuhmu mungkin mulai menanmpungnya di dalam organ-organ terdekat, yang dapat menyebabkan penyakit hati berlemak dan masalah lainnya.

Faktanya, satu penelitian telah menemukan bahwa pria dengan perut bir atau waist-to-hip ratio (WHR) lebih dari 0,9 memiliki risiko kematian 87% lebih tinggi daripada mereka yang memiliki jumlah lemak yang sama di bagian tubuh lainnya.

87%, itu angka yang tinggi.Jadi, bahkan jika kamu kurus, sebuah ban cadangan diperutmu dapat mengancam hidup.

Dan pria lebih cenderung membesarkan perut seiring bertambahnya usia karena testosteron, hormon seks yang membantu menjaga pria langsing, berkurang seiring bertambahnya usia.

Meskipun sangat menyenangkan untuk bercanda tentang om om buncit, mungkin untuk minum bir tipsy tipsy lebih disarankan daripada mabok bir.