5 Fakta Tentang Bir

Bir adalah salah satu minuman yang tertua di dunia dan tentu saja itu cukup beralasan untuk menjadikan bir minuman yang paling populer. Bergabunglah dengan kami untuk melihat fakta-fakta yang menarik dari minuman ketiga yang paling banyak dikonsumsi di dunia ini.

1. Rasa Bir Dari Kaleng Tidak Berbeda

Beer Snobs (orang yang jarang minum bir)  Telah berargumen menentang kemasan kaleng sejak pertama dikenalkan pada tahun 1935 mereka mengklaim aluminium merusak bir dengan memberinya rasa logam. Banyak para Beer Expert (Pakar Bir) merespons hal itu. Mereka mengatakan jika kamu menuangkan bir ke gelas dan tidak menemelkan bibir pada kaleng , kamu sama sekali tidak akan merasakan rasa logam karena ada lapisan plastic di bagian dalam kaleng. Kemasan kaleng bahkan mungkin lebih baik daripada kemasan botol salah satu alasannya adalah kesegaran bir tergantung pada perlindungan dari tiga hal: oksigen, panas dan cahaya. Serta kaleng-kaleng itu bagus untuk melindungi dari udara, tetapi keunggulan yang pasti adalah kaleng dapat memblokir datangnya sinar UV yang merusak rasa.

2. Bir Adalah Salah Satu Minuman Tertua Di Dunia

Minuman bir adalah nektar para dewa dan budaya kuno tentu tahu itu. Mesopotamia, Celtic dan sejumlah lainnya sebenarnya punya dewi bir dan berdoa kepada mereka untuk memberikan rasa yang  konsisten . Ada nyanyian minum khusus Sumeria yang berasal dari teks berusia 3900 tahun “Nyanyian untuk Ninkasi”  yang merupakan dewi bir .Mengandung resep paling awal yang diketahui untuk pembuatan bir. Bukti arkeologi untuk pembuatan bir ada pada 7.000 SM tetapi kemungkinan juga bir sudah di buat pada 10.000 SM.Ketika manusia pertama kali mulai menanam sereal gandum. Salah satu teori mengatakan bahwa itu adalah alasan mengapa manusia mulai bertani, pada dasarnya kelahiran peradaban semuanya untuk memuji Ninkasi.

3. Bir Mempunyai Banyak Efek Positif Untuk Kesehatan

Minum sampai mabuk memang tidak pernah baik untuk kamu atau siapapun, tapi sebenarnya bir baik untuk kesehatan jika dinikmati dalam jumlah sedang.

Bir telah terbukti secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung yang merupakan penyebab kematian nomor satu di Amerika dengan angka 60%.

Bir hitam dan stouts sangat baik untuk melawan aterosklerosis yang merupakan istilah medis ketika dinding arteri tersumbat oleh kolesterol, juga melindungi dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson disebabkan oleh senyawa Antho Huemul yang ditemukan pada tanaman hop.

Senyawa ini membantu melindungi sel-sel saraf di otak secara efektif memperlambat perkembangan penyakit.

Tapi baru baru ini sebuah studi di British Medical Journal juga menyimpukan bahwa alkohol yang ringan dalam jumlah konsumsi sedikit saja dapat meningkatkan resiko terkena kanker. Seperti kata pepatah moderasi dalam segala hal dan kanker ada dalam segala hal.

4. Limbah Pembuatan Bir Dapat Digunakan Untuk Regenerasi Tulang

Bahkan produk sampingan yang dihasilkan saat pembuatan bir mempunyai efek positif.Banyak dari limbah yang tersisa dari pembuatan bir mengandung senyawa kimia penting yang ditemukan dalam tulang manusia seperti kalsium , fosfor, magnesium, dan silika. Setelah melalu proses modifikasi , limbah dapat digunakan untuk mendukung berbagai variasi praktek regenerasi tulang seperti coding prosthesis atau cangkok tulang. Sekarang sudah saatnya mengurangi akumulasi limbah dilingukan jadi itu sebagai win-win solution, peneliti juga menemukan bahwa bir adalah sumber mineral silikon yang penting dalam pertumbuhan tulang yang kuat dan sehat.

5. Pecandu Alkohol di Amsterdam di Bayar Dengan Bir

Dalam proyek eksperimental yang didanai oleh pemerintah Belanda , pecandu alkohol dibayar dalam bir untuk membersihkan puing-puing jalanan dan sampah , pembayaran mereka termasuk dua bir sebelum bekerja , dua bir saat makan siang dan satu di akhir hari plus sejumlah uang. Dan seperti kebijakan kontroversial di Amsterdam lainnya , hasilnya sangat menggembirakan. Kalau mereka pecandu alkohol mereka pasti akan minum, jadi mengapa tidak membuatnya menjadi sukarelawan dengan sedikit pelatihan dan membuat komunitas.